KOTO MESJID — Pemerintah Desa Koto Mesjid menggelar kegiatan Sosialisasi Pencegahan dan Penanganan Stunting yang ditujukan bagi Ibu Hamil, Bayi, dan Balita. Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Desa Koto Mesjid ini digelar sebagai bentuk komitmen nyata dalam mencetak generasi emas yang sehat, cerdas, dan bebas dari stunting.

Dalam sambutannya, Pj. Kepala Desa, Ahmad Alihanafia, S.Sos, menyampaikan bahwa penanganan stunting merupakan salah satu program prioritas pemerintah desa saat ini. Beliau menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan kesadaran orang tua dalam menjaga pola asuh serta asupan nutrisi anak.
"Stunting bukan hanya masalah pertumbuhan fisik, tetapi juga perkembangan otak anak. Melalui sosialisasi ini, kami berharap para ibu hamil dan orang tua balita lebih mawas diri dan memanfaatkan fasilitas kesehatan yang ada demi masa depan anak-anak kita," ujar Ahmad Alihanafia.
Hadir sebagai narasumber utama, Sekretaris DPPKBP3A Kabupaten Kampar, dr. Nengsih Sri Wahyuni, MKM, memaparkan materi krusial mengenai pencegahan stunting melalui pemanfaatan 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
Menurut dr. Nengsih, intervensi terbaik untuk mencegah stunting harus dimulai sejak bayi masih dalam kandungan hingga berusia dua tahun. Beliau juga mengedukasi para peserta mengenai pentingnya pemeriksaan kehamilan secara berkala, pemberian ASI eksklusif, serta MPASI yang kaya akan protein hewani.
Sementara itu, Kabid Dinas PMD Kabupaten Kampar, Ns. Muhammad Rafi, S.Keb, memberikan pandangan terkait dukungan regulasi dan anggaran. Beliau menjelaskan bahwa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) terus mendorong seluruh desa di Kabupaten Kampar untuk mengoptimalkan penggunaan Dana Desa dalam program konvergensi stunting.
Dinas PMD berkomitmen memastikan bahwa anggaran desa juga dialokasikan untuk program kesehatan dasar, seperti pemberian makanan tambahan (PMT), insentif kader posyandu. Ini adalah investasi jangka panjang untuk sumber daya manusia kita," tegas Muhammad Rafi..jpg)
.jpg)